Kalau biasanya danau cuma punya satu jenis air, Danau Labuan Cermin di Desa Labuan Kelambu, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, justru punya cerita yang beda. Danau ini terkenal sebagai “Danau Dua Rasa” karena terdapat dua lapisan air dengan karakter berbeda dalam satu kawasan. Bagian atasnya merupakan air tawar, sementara lapisan bawahnya mengandung air asin. Yang bikin makin tidak masuk akal adalah kejernihan airnya. Dari atas, dasar danau bisa terlihat dengan jelas sehingga permukaannya tampak seperti kaca raksasa. Keunikan tersebut membuat Labuan Cermin bukan cuma menarik buat wisatawan yang ingin berenang atau snorkeling, tetapi juga menjadi kawasan yang punya nilai geologi dan lingkungan penting.
1. Dua rasa dalam satu danau
Hal paling bikin penasaran tentu saja keberadaan air tawar dan air asin dalam satu perairan. Lapisan air tawar berada di bagian atas, sedangkan air asin berada di bawah. Jadi, semakin masuk ke bagian yang lebih dalam, karakter airnya bisa berubah. Fenomena inilah yang membuat Labuan Cermin punya julukan “Danau Dua Rasa”.
2. Airnya sebening kaca
Nama “Labuan Cermin” bukan sekadar nama keren. Airnya sangat jernih sampai dasar danau dapat terlihat dari permukaan, bahkan pada kedalaman sekitar empat sampai lima meter. Kalau kondisi sedang bagus, pantulan cahaya di permukaannya bikin danau terlihat seperti cermin alami raksasa.
3. Pemandangannya bukan cuma soal air
Danau ini berada di kawasan Biduk-Biduk yang dikelilingi bentang alam karst dan vegetasi hijau. Jadi suasananya terasa jauh dari hiruk-pikuk kota. Buat yang suka wisata alam, Labuan Cermin menawarkan kombinasi air bening, pepohonan, dan lanskap batu kapur yang bikin tempat ini punya karakter sendiri.
4. Bisa jadi spot snorkeling yang beda dari biasanya
Kejernihan air membuat aktivitas seperti berenang, snorkeling, dan menyelam menjadi daya tarik utama. Pengunjung bahkan bisa melihat ikan yang hidup di lapisan perairan berbeda. Namun, karena kawasan ini punya nilai ekologis dan geologis penting, wisatawan tetap perlu menjaga kebersihan serta tidak merusak batuan karst.
Secara ilmiah, fenomena Labuan Cermin bukan sulap atau sekadar cerita wisata. Perairan ini dikenal sebagai meromictic lake, yaitu badan air yang memiliki lapisan dengan karakter berbeda dan tidak mudah bercampur sempurna. Air tawar dari mata air kawasan karst mengisi bagian atas, sementara air asin yang dipengaruhi hubungan dengan laut berada di lapisan bawah. Perbedaan densitas menjadi salah satu kunci: air asin lebih rapat atau lebih berat dibandingkan air tawar sehingga cenderung berada di bawah. Penelitian mengenai kawasan ini juga mencatat adanya mata air tawar dari celah batuan kapur dan lapisan air asin pada bagian yang lebih dalam. Dari sudut pandang urban, fenomena seperti ini menarik karena menunjukkan bahwa destinasi wisata tidak harus berupa gedung megah atau wahana buatan manusia. Alam sendiri bisa menciptakan “atraksi” yang secara visual keren sekaligus punya nilai ilmiah tinggi. Bahkan pada 2026, Labuan Cermin dinilai sebagai salah satu geosite penting dalam proses pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
Pada akhirnya, Danau Labuan Cermin membuktikan kalau Kalimantan Timur masih menyimpan banyak kejutan alam yang nggak biasa. Dua rasa, air sebening kaca, dan lingkungan karst yang masih alami membuat tempat ini punya daya tarik yang sulit dicari tandingannya. Cocok banget buat wisatawan yang ingin melihat langsung bagaimana fenomena alam bisa terasa seperti sesuatu yang “nggak mungkin”, padahal semuanya terjadi secara alami.